Penalaran Deduktif

Nama                    : Fanzi Nalar Prasetia

NPM                      : 15209431

Kelas                     : 3EA14

Penalaran Deduktif

Dalam suatu penalaran deduktif, ada ide-ide yang telah dirumuskan dalam kalimat dan diatur dengan ide yang bersifat umum (premis mayor), diletakkan pada bagian awal dan diikuti dengan ide yang bersifat khusus. Penataan ini dapat direalisasikan dengan menampilkan kalimat pada awal, kemudian dilanjutkan dengan kalimat penjelas. Penjelas (ide penunjang) dapat berupa bukti, contoh : ilustrasi, data statistik, perincian dan sebagainya. Bukti dapat diambil dari hasil pegamatan observasi atau hasil penelitian. Dalam penalaran deduktif, kalimat topik yang berisi ide pokok ditempatkan di awal.

Contoh penalaran deduktif :

  • Mendengarkan musik dapat menenangkan jiwa. Dalam penelitian ilmiah telah dibuktikan bahwa mendengarkan musik itu dapat menenagkan pikiran manusia dari berbagai macam masalah yang sedang dihadapinya. Dengan mendengarkan musik manusia dapat mengurangi masalah yang dipikirkan. Beban berat masalah yang dialami menjadi berkurang sehingga seseorang dapat memecahkan masalah dengan akal sehatnya. Berdasarkan penelitian tentang mendengarkan musik dapat disimpulkan bahwa orang yang suka mendengarkan musik pada umumnya lebih tidak ada beban dan selalu senang.

Penarikan simpulan penalaran deduktif dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung, seperti :

-          Secara langsung

Penarikan simpulan secara langsung dapat dilakukan dengan satu premis.

Contoh :

  • Tidak seekorpun burung adalah bebek.

-          Secara tidak langsung

Penarikan simpulan secara tidak langsung dapat dilakukan dengan dua premis. Premis pertama bersifat umum dan premis kedua bersifat khusus.

Beberapa jenis penalaran deduktif :

-          Silogisme kategorial

Suatu silogisme yang terdiri dari tiga proposisi, dua proposisi merupakan premis dan satu proposisi merupakan simpulan. Premis khusus disebut premis minor. Simpulan terdapat subjek dan predikat.

Contoh :

  • Semua atlet berolahraga
  • Semua pelari adalah atlet
  • Jadi, semua pelari berolahraga

-          Silogisme hipotesis

Suatu silogisme yang terdiri dari premis mayor yang berproposisi kondisional hipotesis.

Contoh :

  • Jika motor di gas, motor akan berjalan
  • Motor di gas
  • Jadi, motor berjalan

-          Silogisme alternatif

Suatu silogisme yang terdiri dari premis mayor yang berupa proposisi alternatif. Jika premis minornya membenarkan salah satu alternatif, maka simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh :

  • Dia adalah seorang pembalap atau pencuri
  • Dia seorang pembalap
  • Jadi, dia bukan seorang pencuri

-          Entimen

Suatu silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh :

  • Semua penyanyi adalah orang terkenal
  • Ariel adalah seorang penyanyi
  • Jadi, Ariel adalah orang terkenal

Penalaran Deduktif

LAKUKAN SEKARANG JUGA !

Kebanyakan orang gagal mempunyai karakter yang sama, yakni mereka suka menunda pekerjaan. Orang gagal berpikir sudah saatnya hari ini beristirahat , santai dulu, urusan yang ini biarkan dikerjakan esok.

Sedangkan orang sukses mempunyai karakter yang sama , mereka tidak suka menunda. Orang sukses berpikir, saya lelah, tapi saya belum mau beristirahat, saya menunda kesenangan untuk hidup saya yang lebih baik.

Pelajar yang gagal adalah pelajar yang menunda tugas belajarnya. Ia telah menunda dan akhirnya menghabiskan energi yang sangat besar untuk belajar menjelang ujian. Mahasiswa yang tidak lulus-lulus adalah mahasiswa yang menunda tugas-tugas dari dosennya. Maka ia pun menunda kelulusannya.

Orang yang menunda bekerja keras berarti ia menunda kesuksesannya. Kegagalan itu sejatinya ada pada prosesnya. Karena menunda pekerjaan sejatinya menunda kesuksesan. Seseorang tidak tahu kapan ia akan sukses, tapi ia tahu bahwa menunda pekerjaan membuatnya tertunda dari sukses.

Dengan menunda sesuatu yang sebenarnya bisa anda lakukan sekarang, maka anda telah menunda kesuksesan yang bisa jadi juga bisa anda dapatkan hari ini. Anda tidak akan pernah tahu kapan kesuksesan itu datang kepada anda sebelum anda menikmatinya.

Bekerja sekeras apapun jika anda belum menemukan momentum yang tepat maka kesuksesan tersebut tetap belum dapat anda raih. Namun ada satu yang akan anda dapatkan jika anda menunda melakukan sesuatu tanpa alasan yang logis, yaitu anda jelas-jelas akan menunda kesuksesan anda sendiri.

Judul Buku          : The Power of MIMPI (Buku Pintar)

Pengarang          : Akbar Kaelola

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Penalaran Deduktif

  1. desi restiani says:

    Pernalaran deduktif tidak sama dengan paragraf deduktif. Tugasnya itu pernalaran deduktif, sebagian isi materi benar dan sebagian lagi tidak. Carilah sumber referensi yang lain agar kamu mengerti apa yang dimaksud dengan pernalaran deduktif

Leave a Reply